Saturday, July 23, 2016

Muslim, Melejitlah!

Ba’da tahmid dan shalawat
Allah berfirman dalam Surah Al Mulk : 2
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,
Dalam ayat ini, menurut penulis, Allah tidaklah sia-sia menciptakan adanya kehidupan dan kematian bagi makhlukNya. Allah menginginkan makhlukNya untuk senantiasa berlomba-lomba mempersembahkan amalan terbaiknya dalam setiap detik dan tarikan nafas yang diberikan Allah SWT. Tidak ada sesuatu yang diberikan oleh Allah yang sia-sia, melainkan ada hikmah terbesar di baliknya, dan salah satunya hidup dan mati seorang hamba.
Bagi seorang muslim, sangtlah penting untuk menjadi muslim yang produktif, muslim dengan amalan terbaik, muslim dengan potensi terbaik yang senantiasa di arahkan kepada penghambaan kepada Allah SWT.

Ada 2 alasan mengapa seorang muslim harus produktif :
1. Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah dengan berbagai macam potensi, dan merupakan hal yang asasi ketika seorang muslim ingin memiliki berbagai atau satu potensi dalam dirinya.

2. Seorang muslim adalah makhluk sosial yang saling mengisi satu sama lain, yang saling memberi manfaat dalam hidupnya. Luar biasa akhi fillah rahimakumullah ketika Allah memberikan sifat sosial di diri seorang muslim. Maka dengan produktivitasnya, seorang muslim akan sangat diharapkan kehadirannya di tengah makhluk Allah di muka bumi.

Jangan seperti “wujuduhu ka ‘adamihi”
Muslim yang terbaik bukanlah muslim yang eksistensinya tidak diperhitungkan di tengah masyarakat.
Muslim yang produktif adalah muslim yang kehadirannya senantiasa ditunggu-tunggu, dan eksistensinya memberikan hal-hal yang positif untuk saudaranya.

Setidaknya ada 3 jenis produktivitas dalam Islam :
1. Produktivitas dalam hal ubudiyah, hubungan vertikal dengan Allah SWT.
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS, Adz Dzariyat:56)
Produktif dalam hal ini merupakan hal yang esensi dalam penciptaan makhluk. Produktif dalam hal ubudiyah, meliputi segi kualitas ibadah dan kuantitas ibadah sesuai Al Qur’an dan As Sunnah.Seorang muslim yang produktif, akan senantiasa memperbaiki kualitas ibadahnya guna mempersembahkan amalah terbaik di hadapan Rabb nya. Seorang muslim yang produktif akan senantiasa berlomba-lomba menggapai ridho Ilahi dengan senantiasa melakukan perbaikan terhadap hubungannya dengan Sang Khaliq, Allah Azza wa jalla

2. Produktivitas diri sendiri
Muslim yang produktif tentunya punya visi ke depan, punya mimpi besar, punya harapan besar untuk dirinya. Bagi muslim2 yang produktif, mimpi besar itu takkan mudah tercapai ketika dirinya masih menjadi orang yang biasa saja. Muslim yang produktif akan berupaya agar dapat mewujudkan mimpi besarnya dengan menghadirkan potensi dirinya yang selalu optimal dalam tiap aktivitasnya. Manajemen diri, perbaikan diri, upgrading kafa’ah dan profesionalitas dijadikan sebagai wasilah guna menjadi muslim yang produktif. Demikian pula dengan da’wah ini, di saat negara kita butuh solusi, maka muslim yang produktif akan hadir dengan segala kapasitas dan profesionalitasnya yang tentunya akan menjadi solusi bagi problematika bangsa ini.

3. Produktivitas terhadap sesama manusia
Manusia yang terbaik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain (Al Hadits). Ketika produktivitas hanya berhenti pada pribadi dan nilai Ilahiyah, maka produktivitas itu tidak akan ada gunanya. Sesungguhnya masyarakat dan bangsa ini membutuhkan hadirnya muslim yang produktif yang akan memberikan manfaat nya kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya.
Masyarakat butuh aksi, bukan janji
Masyarakat kita kini berada di persimpangan jalan. Pengaruh eksternal sudah semakin menggerayangi bangsa kita dengan berbagai macam dampak. Infiltrasi budaya barat, ekspansi isme-isme yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam sudah semakin menjauhkan bangsa ini dari agamanya. Solusi konkrit dari problematika bangsa ini adalah hadirnya muslim yang produktif yang akan memberikan kontribusi positif guna perbaikan bangsa ini. Bangsa kita tidak butuh janji yang muluk tetapi butuh aksi nyata dari seorang muslim, khususnya para kader da’wah.
Ikhwah fillah rahimakumullah
Disaat bangsa ini butuh solusi maka
Hai Muslim, melejitlah !

No comments:

Post a Comment