Ba’da tahmid dan
shalawat
Allah berfirman
dalam Surah Al Mulk : 2
Yang menjadikan mati
dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik
amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,
Dalam ayat ini,
menurut penulis, Allah tidaklah sia-sia menciptakan adanya kehidupan dan
kematian bagi makhlukNya. Allah menginginkan makhlukNya untuk senantiasa
berlomba-lomba mempersembahkan amalan terbaiknya dalam setiap detik dan tarikan
nafas yang diberikan Allah SWT. Tidak ada sesuatu yang diberikan oleh Allah
yang sia-sia, melainkan ada hikmah terbesar di baliknya, dan salah satunya
hidup dan mati seorang hamba.
Bagi seorang muslim,
sangtlah penting untuk menjadi muslim yang produktif, muslim dengan amalan
terbaik, muslim dengan potensi terbaik yang senantiasa di arahkan kepada
penghambaan kepada Allah SWT.
Ada 2 alasan mengapa
seorang muslim harus produktif :
1. Manusia adalah
makhluk yang diciptakan Allah dengan berbagai macam potensi, dan merupakan hal
yang asasi ketika seorang muslim ingin memiliki berbagai atau satu potensi
dalam dirinya.
2. Seorang muslim
adalah makhluk sosial yang saling mengisi satu sama lain, yang saling memberi
manfaat dalam hidupnya. Luar biasa akhi
fillah rahimakumullah ketika Allah memberikan sifat sosial di diri seorang
muslim. Maka dengan produktivitasnya, seorang muslim akan sangat diharapkan
kehadirannya di tengah makhluk Allah di muka bumi.
Jangan seperti
“wujuduhu ka ‘adamihi”
Muslim yang terbaik
bukanlah muslim yang eksistensinya tidak diperhitungkan di tengah masyarakat.
Muslim yang
produktif adalah muslim yang kehadirannya senantiasa ditunggu-tunggu, dan
eksistensinya memberikan hal-hal yang positif untuk saudaranya.
Setidaknya ada 3
jenis produktivitas dalam Islam :
1. Produktivitas
dalam hal ubudiyah, hubungan vertikal dengan Allah SWT.
“Dan aku tidak
menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS,
Adz Dzariyat:56)
Produktif dalam hal
ini merupakan hal yang esensi dalam penciptaan makhluk. Produktif dalam hal
ubudiyah, meliputi segi kualitas ibadah dan kuantitas ibadah sesuai Al Qur’an
dan As Sunnah.Seorang muslim yang produktif, akan senantiasa memperbaiki
kualitas ibadahnya guna mempersembahkan amalah terbaik di hadapan Rabb nya.
Seorang muslim yang produktif akan senantiasa berlomba-lomba menggapai ridho
Ilahi dengan senantiasa melakukan perbaikan terhadap hubungannya dengan Sang
Khaliq, Allah Azza wa jalla
2. Produktivitas
diri sendiri
Muslim yang
produktif tentunya punya visi ke depan, punya mimpi besar, punya harapan besar
untuk dirinya. Bagi muslim2 yang produktif, mimpi besar itu takkan mudah
tercapai ketika dirinya masih menjadi orang yang biasa saja. Muslim yang
produktif akan berupaya agar dapat mewujudkan mimpi besarnya dengan
menghadirkan potensi dirinya yang selalu optimal dalam tiap aktivitasnya.
Manajemen diri, perbaikan diri, upgrading
kafa’ah dan profesionalitas dijadikan sebagai wasilah guna menjadi muslim
yang produktif. Demikian pula dengan da’wah ini, di saat negara kita butuh
solusi, maka muslim yang produktif akan hadir dengan segala kapasitas dan
profesionalitasnya yang tentunya akan menjadi solusi bagi problematika bangsa
ini.
3. Produktivitas
terhadap sesama manusia
Manusia yang terbaik
adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain (Al Hadits).
Ketika produktivitas hanya berhenti pada pribadi dan nilai Ilahiyah, maka
produktivitas itu tidak akan ada gunanya. Sesungguhnya masyarakat dan bangsa
ini membutuhkan hadirnya muslim yang produktif yang akan memberikan manfaat nya
kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya.
Masyarakat butuh
aksi, bukan janji
Masyarakat kita kini
berada di persimpangan jalan. Pengaruh eksternal sudah semakin menggerayangi
bangsa kita dengan berbagai macam dampak. Infiltrasi budaya barat, ekspansi
isme-isme yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam sudah semakin menjauhkan
bangsa ini dari agamanya. Solusi konkrit dari problematika bangsa ini adalah
hadirnya muslim yang produktif yang akan memberikan kontribusi positif guna
perbaikan bangsa ini. Bangsa kita tidak butuh janji yang muluk tetapi butuh
aksi nyata dari seorang muslim, khususnya para kader da’wah.
Ikhwah fillah
rahimakumullah
Disaat bangsa ini
butuh solusi maka
Hai Muslim,
melejitlah !
No comments:
Post a Comment